Proses Pemilihan Calon Ketua KONI Sumbar, Rahmat Wartira: Cacat Demokrasi dan Terindikasi Praktek Money Politik 

    Proses Pemilihan Calon Ketua KONI Sumbar, Rahmat Wartira: Cacat Demokrasi dan Terindikasi Praktek Money Politik 

    PADANG, -   Kubu Koalisi Bersatu (KKB) mengatakan proses bakal calon ketua KONI Sumatera Barat (Sumbar) tidak sesuai prosedur yang berlaku, sehingga dikatakan cacat demokrasi karena pengambilan formulir bakal calon ketua KONI Sumbar Roni Pahlawan pada hari libur yaitu tanggal 1 Juni 2022, dimana kalender merah hari Kesaktian Pancasila dan kandidat yang melanggar harus diskualifikasi.

    “Dalam aturan yang dikeluarkan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menyatakan pengambilan surat pendaftaran adalah hari kerja. Tapi faktanya mereka mengambil dihari libur yang diberikan oleh oknum anggota TPP. Jadi kita menilai terjadi perselingkuhan antara oknum dengan kandidat, “jelas Rahmat Wartira, SH, mantan Ketua Harian IPSI Sumbar yang akrab disapa bang Adek pada jumpa pers, di posko pemenangan Kubu Koalisi Bersatu. Ahad (12/6/2022).

    WARTA.CO.ID
    market.biz.id WARTA.CO.ID
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Akibat perselingkuhan ini kata, bang Adek, pihak Plt KONI Sumbar, Hamdanus harus bersikap tegas untuk melakukan diskualifikasi kandidat yang melanggar aturan.

    “Kita tidak ada bertoleransi dengan ketidak benaran. Saya juga sudah kirim petisi kepada KONI Pusat dan Sumbar serta TPP, ” ujarnya usai mengkonsep surat petisi.

    WARTAMILITER.COM
    market.biz.id WARTAMILITER.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Selain itu, menurut Bang Adek, dalam proses pengumpulan surat dukungan Pengprov Cabor dan KONI Kabupaten dan Kota seluruh Sumbar juga terjadi hal yang aneh-aneh, karena begitu cepatnya Timses Roni Pahlawan mengumpulkan surat dukungan. 

    “Kita sudah punya bukti kuat bagaimana mereka melakukan bermain uang untuk mengumpulkan pendukung, ” jelas Rahmat Wartira lagi

    WARTAMADRASAH.COM
    market.biz.id WARTAMADRASAH.COM
    20% Rp 125.000
    Beli sekarang!

    Sementara itu, Deno Indra Firmansyah anggota KKB menegaskan punya bukti adanya dugaan indikasi gratifikasi yang dilakukan salah seorang kandidat.

    ”Kita menemukan surat pengumpulan KONI kabupaten dan kota di sebuah Hotel. Dalam surat tersebut ditemukan nama yang mengundang. Bahkan, mereka diwajibkan bawa kop surat dan stempel serta ada SPJ, ” ujar Deno mantan pengurus KONI Sumsel ini. (Adi kampay)

    Afrizal

    Afrizal

    Artikel Sebelumnya

    Halal bihalal IKWAL 1443/2022: Momen Istimewa...

    Artikel Berikutnya

    Universitas Negeri Padang Juara Umum POMPROV...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Afrizal verified

    Joni Hermanto

    Joni Hermanto verified

    Postingan Bulan ini: 20

    Postingan Tahun ini: 246

    Registered: Nov 16, 2020

    Linda Sari

    Linda Sari verified

    Postingan Bulan ini: 17

    Postingan Tahun ini: 396

    Registered: Aug 12, 2021

    Riski Amelia

    Riski Amelia verified

    Postingan Bulan ini: 13

    Postingan Tahun ini: 217

    Registered: Aug 3, 2021

    Suferi

    Suferi verified

    Postingan Bulan ini: 8

    Postingan Tahun ini: 42

    Registered: May 4, 2021

    Profle

    Riski Amelia verified

    Dikukuhkan Sebagai Ketua KAN Kacang, Suharmen Dt.Sutan Ma’alam Harapkan Kerjasama dan Dukungan Semua Pihak
    Jelang Laksanakan KKN, 211 Mahasiswa UMMY Ikuti Coaching
    Geliatkan Sektor Pariwisata, Disparbud Kabupaten Solok Tingkatkan Pengembangan Destinasi dan Promosi
    Pererat Hubungan Dengan Komponen Masyarakat, Kodim 0309/Solok Gelar Komsos

    Rekomendasi

    Dari Puncak, AHY Minta Seluruh Kader Demokrat Persiapkan Upaya Raih Kemenangan di 2024
    Rakernas APEKSI XV di Padang, Mendag dan Gubernur Apresiasi Kinerja Panitia
    Gubernur Sumbar Bagi-bagi Bendera Merah Putih
    Bertemu Gubernur Sumbar, Ridwan Kamil Tawarkan Festival Bazar Jabar dan Sumbar
    Gubernur Mahyeldi Puji Sikap HIPMI Sumbar, Bisa Selesaikan Suksesi tanpa Ribut

    Ikuti Kami